PUISI KU
Rabu, 24 Juni 2020
Suara hati
Untuk apa ku pendam amarah
Bila tak didengar
Untuk apa ku berharap
Bila tak diharapkan
Untuk apa berjuang
Bila tak dihargai
Untuk apa mencintai
Bila tak dicintai
Untuk apa menyayangi
Bila tak disayangi
Carilah hati untuk berlabuh
Seorang pemilik hati
Waktu
Aku punya waktu
Yang ku habiskan dalam lamunanku sendiri
Yang tak akan ku pahami sendiri
Hati yang sulit ku arti kan
Hanya malam yang sunyi
Bertambah dengan sinar bintang
Ku hidupku diri sendiri
Dengan semua yang kupunya
Dalam luka
Luka yang begitu dalam
Hal yang tak pernah terusik
Dibawah bulan purnama
Doa yang selalu ku panjatkan
Bunga yang indah dalam setiap hati
Bunga atau bahagia
Luka atau duka
Sayang atau kecewa
Ku rindu dalam setiap nama
Hati yang selalu menangis
Hujan tanpa badai
Seorang pengisi hati
Ketika pilihan menanti
Jangan menyerah sebelum maju
Menanti adalah pilihan
Hidup ini pilihan
Yang terbaik adalah yang paling baik
Semua penuh makna
Hidup penuh warna
Hitam ataupun putih
Hidup
Hidup tak sempurna
Hati yang selalu terluka
Terluka lagi
Kata kata yang menusuk hati
Andai ku bisa merangkai kata
Kata yang tak menusuk
Dan tetap tersampaikan
Kesalahan bulan
Bulan yang terlihat sempurna
Kini telah menyendiri
Bintang menjauh darinya
Kini sepi melanda
Terangnya mulai pudar
Berganti awan yang menangis
Mengguyur muka bumi
Kecewa , sedih , marah dan hancur
Bunga part 2
Wanita bagai bunga
Dia indah dalam bentuk
Yang selalu hadir didalam setiap pohon
Bunga itu indah
Jangan kamu menyentuhnya
Bila tak ingin kau petik
Jika hanya melihatnya sudah membuat mu bahagia
Maka lihatlah
Jangan biarkan dia melihatnya
Bila tak ingin kau menyakitinya
Pertanyaan Yang Tak Habis
Bila bohong menyakitkan
Mengapa bohong?
Bila jujur itu menyakitkan
Mengapa jujur?
Bila merahasiakan itu menyakitkan
Mengapa dirahasiakan?
Bila menyembunyikan itu menyakitkan
Bila menyayangi itu menyakitkan
Mengapa melakukan itu semua?
Pertanyaan yang tak kunjung habis
Jawablah sesuai isi hati
Berjuanglah wahai wanita tangguh
Berbahagialah dengan cinta yang tak kunjung hilang
Dinginnya menyakitiku
Sikap dinginnya seakan tak ingin dimengerti
Ku renungkan setiap katanya
Tanyaku disetiap rangkai
Apakah dan andai
Katanya membuat sakit
Sikapnya membuat bahagia
Siapakah dia ?
Bisakah menjadi bunga
Indah harum tapi tak berduri
Tak menyakiti
Puisiku
Ku tulis setiap puisi
Walau tak tahu untuk siapa
Kalimat kalimat yang ku rangkai
Setiap cerita yang terhanyut
Ku miliki setiap cerita
Tak ingin ku bongkar
Ku tulis di setiap kata
Yang memiliki arti
Suara
Tak ingin seperti ini
Hati yang tersakiti
Sikap seakan tak peduli
Ku sayang setiap hatinya
Mencintai seperti tak dicintai
Duri yang selalu menancap
Bunga yang tak lagi mekar
BULAN PURNAMA
Bulan purnama
Tak selamanya bulan itu sendiri
Hati yang selalu sepi
Damai dalam air
Awan yang selalu bergerak
Waktu yang terus berputar
Bintang yang selalu bersinar
Menjadi tenang karenanya
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Komentar (Atom)